Miss You Soo Badly
| hannii.pooh
Assalamualaikum mama, sedang apa di sana? Sedang sangat bahagia di bayangan dan harapanku.
Dua bulan lalu, tengah malam kala itu..
Tak pernah terbayangkan rasa perih, sakit, sedih yang sedahsyat itu.
Kau pulang menghadap yang memilikimu setelah berjuang yang kesekian kalinya.
Entah apa namanya, hancur? Lebur? Rasanya lebih dari itu.
2 bulan sebelum mama pergi, Allah menitipkan bayi mungil. Cucu ke 6 mama.
Masih sangat teringat gimana mama walaupun sakit tetep keukeuh pengen nemenin Hani operasi, pengen datang langsung ke rumah sakit, minta supaya HD nya diundur.
Allah, Engkau baik sekalii.. walau kadang aku masih sering bergumam,
Sedih rasanya, bayi kecilku hanya sebentar mengenalmu, merasakan pelukanmu mama..
Pun mungkin dia tidak ingat tentangmu nanti.
Aku akan selalu mengenalkannya pada neneknya lewat fotomu. Nenek yang sangat baiiik dan sayang cucu2nya.
Maa, sejak hari itu, ada kekosongan dalam diri ini.
Lubang besar yang sampai saat ini masih kucoba merapatkannya.
Mama, aku masih berusaha untuk menyusun kembali isi hatiku, dibalik tawa candaku.
Mama, banyak sekali yang ingin aku ceritakan padamu, bertatap muka denganmu, duduk berdua bercerita saling berpendapat.
Walau tidak jarang kita berselisih paham, dan aku yang marah2 padamu, Ma..
Mama, aku sedang menata kembali hari-hariku.
Semoga kau bahagia melihatku kini.
Yang mencoba jalani semua, seperti yang kau contohkan dulu.
Mama, Al-Fatihah ku selalu untukmu mama sayang.
Tags: Kehilangan, My Life | 0 komentar
My Heart is Broken
| hannii.pooh
Jumat, 8 November 2019.
Tears fall freely from my eyes, like a river, filled with grief. Mama, sometimes I wish for you to come back again, but I don't want you to suffer again.
Those special memories of you will always bring a smile. If only I could have you back for just a little while. Then we could sit and talk again just like we used to do. You always meant so very much and always will do too. The fact that you're no longer here will always cause pain, but you're forever in my heart, until we meet again.
Dulu....
Tiap habis pulang sekolah, yang dicari pasti mama.
Dulu....
Tiap habis pulang kuliah yang dicari pasti mama.
Dulu....
Walaupun sudah menikah, tiap habis pulang kerja yang dicari pasti mama.
Ada aja yang mau diceritain ke mama. Senang, sedih, kesal, marah, semua diceritain ke mama.
Mama memang pendengar setia. Pemberi saran yang sangat baik. Walaupun tidak jarang kami berbeda pendapat, bahkan sering marah. Gak jarang juga Aku teriakin mama. Ya Allah, penyesalan selalu terlambat.
Tapi Ni seneng, mama udah gak ngerasain sakit lagi. Cape ya, Ma, berjuang melawan penyakit?
Makasih ya, Ma. Mau nunggu sampai Ni lahiran anak kedua. Sebelum masa cuti selesai sempet bilang ke mama.
'Ma, nanti siapa yang jagain anak2 klo Ni kerja lagi ya?Apa Ni resign aja?'
Kata Mama, 'Jangan resign dulu. Kan ada mama. Mama bisa ko.'
Ni gak tega karena mama lagi sakit, bahkan jalanpun harus dibantu. Tapi tekad mama sangat amat besar, membesarkan hati orang-orang disekitar mama juga.
Hari-haei terakhir mama bikin kami sekeluarga senang, karena mama makin lancar jalannya, mundar mandir seakan mau nunjukin 'Nih mama udah sehat'. Tapi Allah berkehendak lain ya, Ma.. sore nya tiba-tiba semua kekuatan mama seakan hilang. Mama gak bisa ngapa-ngapain, bahkan angkat tangan pun gak bisa.. gak lama dibawa ke ICU.
Makasih ya, Ma.. sudah bertahan sehari. Agar kami anak2mu dan bapak bisa satu per satu berbisik ditelinga mama.. menyatakan maaf, menyatakan cinta kami.
Terimakasih banyak, Ma.. untuk 28 tahun merawat dan membesarkan Aku dengan sangat sabar dan penuh kasih sayang (walaupun kadang mama galak..hehehe).
Sekarang, Ni gak tau harus cerita-cerita ke siapa lagi. Karena cuma mama yang mau denger cerita Ni.
Eh gak deh, Ni akan terus cerita ke mama. Pasti mama denger kan? Klo mau kasih saran, datang ke mimpi Ni aja ya, Ma...🤗
https://youtu.be/_e2wlJE_8CY
